Jangan Patahkan Tulang Rusukmu
0 komentar Diposting oleh ABgroup [Asikin Business Group] pada 15.23.00
Artikel ini saya ambil dari suara merdeka, semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi kaum AdamDan menjadi renungan kita semua, mengapa hal ini bisa terjadi?Dengan rasa jengkel saya bertanya, apakah benar lelaki tercipta untuk menciptakan luka? Sebagian teman lelaki saya menjawab IYA! dengan bangganya, tapi saya yakin jawabannya pasti tidak, wong bapak saya dan suami saya juga seorang lelaki yang sangat lembut terhadap wanita. Juga dasar jawaban yang paling tidak terbantahkan adalah nabi dan rasul sebagai pembawa risalahNya penyebar kedamaian adalah kaum laki-laki.
Namun kenapa hingga kini saya masih terus menjadi saksi kekejaman para lelaki yang menjadikan rumah tangga sebagai danau kepedihan. Perkenalan indah, kata-kata mesra, janji manis, hingga tekad akad suci, menguap semua ketika kepalan emosi dalam genggaman tangan menghantam ulu hati sang pendamping yang dulu dipilihnya.
Bukankah Adam dan Hawa diciptakan untuk saling melengkapi? Kaum Hawa dengan kecantikan , kelembutan, keindahan dan keistimewaan rahimnya menjadi padu padan yang seimbang bagi keperkasaan kaum Adam. Keperkasaan kaum Adam bukan untuk menginjak-injak kelembutan kaum Hawa,melainkan untuk menjadi tameng , payung, dan pelindung yang menghangatkan bagi sikap lembut kaum Hawa.
Mengapa harus menggebuk jika lebih asyik memeluk? Bukankah Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam? Jika memang benar begitu mestinya kaum Adam merasa kesakitan juga ketika dia menyakiti kaum Hawa. Itu artinya ketika kaum lelaki yang suka main kasar kepada perempuan sama saja dengan meremukkan tulang rusuknya sendiri.
Sungguh terlalu jika para lelaki setelah sekian lama mencari tulang rusuk yang hilang tapi setelah ketemu kok malah dicaci, dihina martabatnya, dilecehkan harga dirinya dan dikhianati. Tulisan ini sekedar tumpahan rasa keprihatinan yang dalam atas nasib para istri yang terus menerus menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga baik fisik maupun psykologis.
Rasa cinta yang mendalam sering menjadi alasan kenapa mereka masih menerima perlakuan kasar dari sang suami baik secara fisik maupun psikologis. Alasan itu menjadi pagar eksklusif yang menjadikan ranah mereka tak terjangkau oleh sobat, kerabat, apalagi aparat pelaksana undang-undang.
ad3k - myQ Newbie
ABgroup Corporate
http://www.asikinbusiness.blogspot.com/ http://www.mypulsa-abgroup.blogspot.com/ http://www.kaligrafikuningan.blogspot.com/http://www.jilbab-abgroup.blogspot.com/ http://www.1st-abgroup.blogspot.com/ http://www.nida-collection.blogspot.com/
Label: Renungan
Arti Penyakit Hati dan Sifat Buruk Manusia
0 komentar Diposting oleh ABgroup [Asikin Business Group] pada 14.58.00
1. Iri HatiIri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran agama adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran.
2. Dengki
Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini.
3. Hasut / Hasud / Provokasi
Hasud adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar amarah / marah orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama.
4. Fitnah
Fitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa bukti yang kuat.
5. Buruk Sangka
Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai
6. Khianat / Hianat
Hianat adalah sikap tidak bertanggungjawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.
Iri Muncul dari Membandingkan
Kecemburuan, iri hati, dan dengki adalah musuh hidup manusia. Sikap ini sangat meracuni. Sayang, banyak orang tidak menyadarinya. Iri hati muncul setiap saat karena kita cenderung membandingkan diri kita dengan orang lain. Pikiran yang seharusnya difokuskan pada diri sendiri justru berpaling ke orang lain, sehingga timbul rasa iri.
Setiap orang sebenarnya memiliki hidupnya sendiri. Setiap orang memiliki proses dan jalannya masing-masing. Karena itu, kita tidak bisa dan bahkan tak adil bila saling membandingkan diri, “Kita akan tersesat karenanya,”
Pada dasarnya, inti dari iri hati adalah keterikatan. Kalau kita masih terikat pada satu hal, dan tidak bersyukur pada apa yang sudah diterima, kita akan cenderung memalingkan wajah ke orang lain. Rumput tetangga akan terlihat lebih hijau daripada rumput halaman sendiri.Padahal, rumput kita sendiri bisa saja lebih berkualitas.
- Orang yg bisa memahami orang lain adalah orang yg pandai.
Sumber : devRx - myQ Aktivis
Label: Kajian Islam
1. Penyakit dan ObatnyaIbnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah. Di dalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah. Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak pernah berhenti yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenang Allah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya.
Di dalam hati juga terdapat kegelisahan yang tidak mampu di tenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah. Di dalam hati, juga terdapat gejolak api yang tidak mampu di padamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya.Pernakah anda merasakan makna-makna spiritual ini sebelumnya ?
Di dalam hati ada sobekan, keterasingan, kesedihan, kegelisahan, dan gejolak api…dan beragam penyakit yang obanya tidak lain adalah “mengenal Allah”
2. Pancaran Hati
Ketahuilah, setiap kali kita mampu menangkap makna-makna ini dengan baik, setiap kali pula hati kita akan bersinar cerah, jiwa dan batin kita pun berseri bahagia.
Ibnul Qayyim mengatakan, “Ketika orang lain bergantung pada dunia, gantungkanlah dirimu hanya kepada Allah. Ketika orang lain merasa gembira dengan dunia, jadikanlah dirimu gembira karena Allah. Ketika orng lain merasa bahagia dengan kekasih-kekasih mereka, jadikan dirimu merasa bahagia dengan Allah. Dan ketika orang-orang pergi menghadap raja-raja dan pembesar-pembesar mereka untuk mengais harta dan mencintai mereka, jadikan dirimu betul-betul mencintai Allah.”
Sungguh, inilah kata-kata yang muncul dari dalam sanubari dan keluar meluncur dengan kuat. Seluruh perasaan ini berhimpun dan bergejolak membuat hati bahagi. Seluruh gejala ini membentuk sebuah kenyataan alami yang indah yang bermakna “Kecerahan hati”
3. Perindu Surga
Ibnul Qayyim juga mengetengahkan sebuah trilogi sikap dengan begitu indah. Apabila anda membaca dan menaruhnya dengan baik dalam hati, reaksi yang muncul akan begitu cepat tidak seperti yang anda kira.
Beliau mengatakan, “Jangan pernah putus asa untuk teguh menunggui gerbang meski engkau terusir. Jangan pernah berhenti memohon ampunan meski engkau tertolak. Begitu gerbang telah terbuka, segeralah masuk selayaknya tamu tak diundang. Kemudian tengadahkan tanganmu di gerbang dan segeralah berkata, ”Tolonglah, saya adalah orang miskin. Bersedekahlah unuk saya…”
Saudaraku, bacalah kata-kata diatas sekali lagi dan selamilah betul-betul maknanya. Ketahuilah, lautan ini amat dalam, dan mutiaranya terletak di dasar yang paling dalam!!Jangan pernah putus asa menunggui gerbang meskipun anda terusir!! Anda ingin menanis ketika shalat tapi anda tidak bisa, anda ingin meraih kekhusyukan, tapi anda tidak tau caranya. Jangan pernah berhenti dan berpatah harapan.
Jangan pernah berhenti memohon ampunan meskipun anda tertolak!! Anda berbuat maksiat lalu anda bertobat dan memohon ampun,tapi kemudian anda kembali melakukannya. Saat begitu, jangan pernah berhenti untuk memohon ampun.
Dan begitu gerbang telah terbuka, segeralah masuk selayaknya seorang tamu tak diundangAda pengajian dimasjid anu, pergilah bersama para jemaah, teruslah bersama orang-orang rajin membaca dan merenungi Al-Quran.
Apakah anda pernah merasakan manisnya nilai-nilai sebelumnya? Sungguh kata-kata ini dalam hati berubah menjadi nyawa, sehingga hatipun menjadi hidup.
Demi Allah, katakan dengan jujur, kapankah terakhir anda merasa khusyu’ menghadap Allah? Kapankah terakhir kali anda bersujud memohon kepada Allah agar kemanisan rasa khusyuk ini tidak pernah akan berakhir?
Saudaraku tercinta, siapkan diri anda untuk meraih nilai-nilai ini. Tempatkan dan hormatilah kekhusyukan sebagaimana mestinya. Saya sekarang yakin dengan anda! Sebab hal seperti ini tidaklah mustahil bagi seorang “ Perindu Surga “.
Dikutip dari: “Ibadah Sepenuh Hati” oleh “Amru Khalid”
Label: Kajian Islam
Sinopsis Novel "Ayat-ayat Cinta" + Download Novel
0 komentar Diposting oleh ABgroup [Asikin Business Group] pada 08.19.00
Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Label: Cerpen Islami, News and Entertainment, Renungan
Hati yang Takkan Pernah Patah
0 komentar Diposting oleh ABgroup [Asikin Business Group] pada 12.19.00
“Tak pernah terbayang dalam benakku tuk bertemu dia lagi”, begitu tulisan yang terbaca di status Yahoo Messenger (YM) seorang sahabat, ku ajukan sebuah pertanyaan, “habis ketemu siapa tuh..?”, ku duga pasti ini mengenai kisah cinta, dan betul saja, maka mengalirlah kisah kasih yang tak sampai. Pernahkan anda mencintai seorang lawan jenis sedemikian hebatnya, sampai-sampai merasa bahwa inilah cinta sejati anda? Pernahkah anda merasakan bahwa ada seseorang yang sedemikian menariknya dan merasa bahwa ia adalah orang yang paling tepat tuk bersama-sama mengarungi hidup? Dan pernahkan pula anda merasa bahwa ternyata, cinta anda bertepuk sebelah tangan, harapan-harapan anda pupus terhempas realita, dan kesedihan anda begitu menguasai jiwa?
Malam-malam terlewati disertai air mata yang mengalir, hari-hari dilalui dengan kehampaan yang menyelimuti, dan anda hidup di dunia bagaikan sesosok mahluk tanpa nyawa yang sembari menekan rasa sakit di dalam hati akibat cinta yang tak seindah harapan.Patah hati memang telah lama menjadi sumber inspirasi. Entah telah berapa banyak karya-karya sastra yang dibangun berdasarkan pengalaman pahit cinta ini. Lagu-lagu tercipta dengan indah ketika sang pengarang sedang merasakan kepedihan patah hati; puisi-puisi terlantun menyedihkan bertebaran menemani sang penyair yang sedang dirundung kesedihan patah hati; novel maupun cerpen mengalir menuturkan pedihnya patah hati.
Sadari saudaraku, bahwa sesungguhnya tak pantas kita merasa patah hati. Hati seorang muslim itu terlalu lembut tuk bisa patah. Hanya meraka yang memiliki hati yang keraslah yang mungkin merasakan patah hati. Hanya mereka yang menempuh jalan yang berlikulah yang pantas tuk patah hati. Mereka yang telah berusaha menapaki jalan lurus, tidak seharusnya dan tidak boleh merasa patah hati.
Ketika kita telah mengajukan lamaran dan mengajak seseorang tuk menikah dan ditolak, maka tidak perlu ia merasa patah hati. Toh ia telah menjalankan suatu ibadah, membuktikan niatan suci dalam hati, dan berusaha menjalani sunnah dengan menikah, dan menjaganya dari cara-cara yang tidak diridhoiNya.
Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabah, muadzin kecintaan Rasulullah SAW tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap Kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan: “Saya ini Bilal, dan ini saudaraku. Kami datang untuk meminang. Dahulu kami berada dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunjuk. Dahulu kami budak-budak belian, kemudian Allah memerdekakan…,” kata Bilal. Kemudian ia melanjutkan, “Jika pinangan kami Anda terima, kami panjatkan ucapan Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Dan kalau Anda menolak, maka kami mengucapkan Allahu Akbar. Allah Maha Besar.”
Bukankah sebagai seorang muslim, ketika ia telah meniatkan suatu kebaikan maka Allah kan mencatatnya sebagai suatu amalan, apalagi kalau dia telah menjalankannya. Terlepas dari apapun hasilnya.
Dari Abdullah bin Abbas r.a. berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya Allah mencatat segala hasanat (kebaikan) dan sayyiat (kejahatan) kemudian menjelaskan keduanya maka barangsiapa yang berniat akan melakukan kebaikan lalu dikerjakannya maka akan dicatat untuknya sepuluh hasanat mungkin ditambah hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih dari itu. Dan apabila ia berniat akan melakukan sayyiat (kejahatan) lalu tidak dikerjakannya maka Allah mencatat baginya satu hasanat dan jika niat itu dilaksanakannya maka ditulis baginya satu sayyiat.” (HR. Bukhari - Muslim)
Setiap orang berhak tuk menerima atau menolak pinangan, baik laki-laki maupun perempuan. Dan sudah seharusnya kita bisa berbesar hati dan bersikap dewasa dalam menerima segala keputusan. Apalagi keputusan menikah yang merupakan salah satu hal yang sangat besar.
Allah swt berfirman,
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. (QS. An-Nisaa’: 21)
Kalimat “mitsaqon ghalidza” atau “perjanjian yang kokoh” yang digunakan, sama persis seperti yang digunakan pada ayat,
Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. (QS. An-Nisaa’: 154)
Maka dari itu, jika pertimbangan yang mesti dilakukan terlalu hati-hati, dan keputusan yang harus diambil merupakan keputusan yang mungkin terasa berat (diterima sebagian pihak), maka haraplah maklum.
Toh, itu semua kita jalani atas landasan cinta kepada Allah. Bukankah itu semua kita jalani atas niatan karena Allah semata, demi meraih ridhoNya, tuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Maka dari itu, tiada alasan bagi kita tuk merasa patah hati.
Sungguh Allah sangat menyayangi hamba-hambanya yang beriman,
Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisaa’: 29)
Dan sungguh Allah adalah zat yang maha mengetahui lagi maha bijaksana. Dan sudah barang tentu, Ia kan memberikan kita, pilihan yang terbaik menurutNya.
Semoga kita bisa bercermin dari kisah nabi Yusuf AS, ketika beliau dihadapkan pada cobaan besar dan ujian yang berat, bukan hanya sehari maupun dua hari, namun tahunan, dengan pilihan-pilihan yang serba terbatas. Dengarkanlah bagaimana perkataan beliau,
Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Yusuf: 100)
Ingat satu hal, “Pejuang Cinta Takkan Pernah Kalah”, karena orientasi cinta yang ada di dirinya adalah orientasi cinta yang menembus awan dunia dan bermuara pada cinta kepada Rabbnya. Semoga kita bisa menjadi “Pejuang Cinta Sejati”… Amin—
Jakarta, 28 Januari 2008
Label: Cerita Bijak, Renungan
TANDA-TANDA BALIGH UNTUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUANBagi ikhwah dan akhawat yang mempunyai adik atau saudara, yang telah mempunyai anak, atau bagi calon bapak/ibu yang akan menikah; ada baiknya kita perhatikan tanda-tanda baligh berikut sebagaimana yang tercantum dalam syari’at. Baligh adalah satu masa di mana seorang anak dibebani kewajiban (taklif) syari’at dan akan dihisab yang mana baligh mempunyai tanda-tanda yang dapat dikenal,yaitu :
Tanda-Tanda Baligh untuk Laki-Laki
1. Ihtilam, yaitu keluarnya mani baik karena mimpi atau karena lainnya.
Dalilnya disebutkan dalam Al-Qur’an, dimana Allah ta’ala berfirman :ﻢﻬﻠﺒﻗ ﻦﻣ ﻦﻳﺬﺍ ﻥﺬﺌﺘﺳﺍ ﺎﻤﻛ ﺍﻮﻧﺬﺌﺘﺴﻴﻠﻓ ﻢﻠﺤﻟﺍ ﻢﻜﻨﻣ ﻝﺎﻔﻃﻷﺍ ﻎﻠﺑ ﺍﺫﺇ
”Dan bila anak-anakmu telah sampai hulm (ihtilam), maka hendaklah mereka meminta ijin seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta ijin”.
Dari Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu ia berkata,”Aku hafal (perkataan) dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : Tidak (dinamakan) yatim bila telah ihtilam dan tidak boleh diam seharian hinga malam” (HR. Abu Dawud 2873 dengan sanad hasan; Irwaaul-Ghaliil 1244; Shahiih Al-Jaami’ Ash-Shaghiir 2/7609).
Dari Ali juga dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam :ﻦﻋﻭ ﻢﻠﺘﺤﻳ ﻰﺘﺣ ﻲﺒﺼﻟﺍ ﻦﻋﻭ ﻆﻘﻴﺘﺴﻳ ﻰﺘﺣ ﻢﺋﺎﻨﻟﺍ ﻦﻋ : ﺔﺛﻼﺛ ﻦﻋ ﻢﻠﻘﻟﺍ ﻊﻓﺭﻞﻘﻌﻳ ﻰﺘﺣ ﻥﻮﻨﺠﻤﻟﺍ”Diangkat pena (tidak dikenakan kewajiban) pada tiga orang : orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga ihtilam, dan orang gila hingga berakal” (HR. Abu Dawud 12/78/4380 dan Tirmidzi 1423 dengan sanad shahih; lihat Shahiih Al-Jaami’ Ash-Shaghiir 1/3513).
Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda kepada Mu’adz,”Ambillah dari setiap orang yang telah ihtilam satu dinar” (HR. Nasa’I 2450, Baihaqi dalam Al-Kubra 19155, dan Ahmad 21532).
2. Tumbuhnya Rambut Kemaluan
Dari ‘Athiyyah ia berkata : “Kami dihadapkan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hari Quraidhah (peristiwa pengkhianatan Bani Quraidhah), di situ orang yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, sedang orang yang belum tumbuh dibiarkan. Aku adalah orang yang belum tumbuh maka aku diabiarkan”(HR. Abu Dawud 4404, Tirmidzi 1584, Nasa’I 3429, Ibnu Majah 2541, dan Ahmad 4/310; dishahihkan oleh Tirmidzi).
Dalam satu lafadh disebutkan,”Maka orang yang telah ihtilam atau telah tumbuh rambut kemaluannya dibunuh, sedangkan yang belum dibiarkan”(HR. Ahmad 3/383, Nasa’I 3430, dan Hakim 4/390).
Dalam lafadh lain : “Aku adalah seorang pemuda di hari Sa’ad bin Mu’adz menghukum Bani Quraidhah dengan dibunuhnya orang yang ikut berperang dan ditawan keturunannya. Mereka melaporkan aku, tapi mereka tidak mendapati bulu kemaluanku, makanya aku sekarang di tengah-tengah kalian” (Tarbiyatul-Aulad fil-Islaam halaman 270).
Dari Samurah bin Jundub bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Bunuhlah orang-orang tua dari kalangan kaum musyrikiin dan biarkanlah syarkh”. (HR. Ahmad 20021, Abu dawud 3/54/2670, dan Tirmidzi 4/145/1583 dengan sanad hasan. Syarkh adalah anak-anak yang belum tumbuh bulu kemaluannya).
Dari Ibnu Umar radliyallaahu ‘anhuma,”Bila seorang anak terkena hukuman hudud lalu dipermasalahkan apakah ia sudah ihtilam atau belu? Maka lihatlah bulu kemaluannya”.
Semua ini menunjukkan bahwa tumbuhnya rambut kemaluan adalah tanda balighnya seseorang, sebagai tanda juga bagi anak-anak kaum muslimin dan orang-orang kafir; dan menunjukkan juga bolehnya melihat aurat orang lain bila diperlukan untuk mengetahui baligh dan tidaknya seseorang serta untuk lainnya (Tuhfatul-Maulud bi Ahkaamil-Maulud oleh Ibnul-Qayyim halaman 210).
3. Ketika Ia Mencapai Usia Lima Belas Tahun
”Seorang anak bila telah berusia lima belas tahun maka diperlakukan hudud (hukuman pidana) buatnya” (HR. Baihaqi dalam Khilafiyaat dari Anas dengan sanad dla’if).
Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata,”Untuk waktu ihtilaam tidak ada batas umurnya, bahkan anak-anak yang berusia dua belas tahun bisa ihtilaam. Ada juga yang sampai lima belas tahun, enam belas tahun, dan seterusnya namun belum ihtilaam”.
Para fuqahaa berselisih tentang usia baligh sebagai berikut :
Al-Auza’I, Ahmad, Syafi’I, Abu Yusuf, dan Muhammad berkata,”Bilaman ia telah berusia lima belas tahun, maka ia sudah dikatakan baligh”.
Para shahabat Imam Malik mempunyai 3 (tiga) pendapat :
Sedangkan Abu Hanifah ada dua riwayat :
Daud dan para shababatnya berpendapat,”Tidak ada batasan usia. Yang bisa dijadikan batasa adalah ihtilaam, inilah pendapat yang kuat, dan tidak ada pembatasan dari Rasul shallallaahu ‘alaihi wasallam sedikitpun”.
Imam Ahmad mengatakan,”Anak kecil tidak menjadi mahram bagi wanita hingga ia ihtilam”. Beliau mensyaratkan ihtilam.
Tanda-Tanda Baligh untuk Perempuan
Balighnya anak perempuan bisa sama seperti laki-laki, namun ditambah dengan keempatnya, yaitu Haidl, berkembangnya alat-alat untuk berketurunan, serta membesarnya buah dada.
Bila anak sudah hulm/ihtlaam maka ia telah sampai pada usia taklif. Wajib baginya mengerjakan ibadah dan seluruh amalan wajib. Adapun sebelum itu, maka perintah hanyalah sebagai pembiasaan dan menjadikannya suka.
Sumber : Abu Al-Jauzaa’
Label: Fiqih dan Syariah, Kajian Islam
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demiselembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah isapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”
Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?
Diketik ulang dari buku “Rindu Rosul”, karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung,? hal 31-33. cetakan pertama September 2001.
microsky - myQ Pejuang
ABgroup Corporate
http://www.asikinbusiness.blogspot.com/ http://www.mypulsa-abgroup.blogspot.com/ http://www.kaligrafikuningan.blogspot.com/http://www.jilbab-abgroup.blogspot.com/ http://www.1st-abgroup.blogspot.com/ http://www.nida-collection.blogspot.com/
Label: Cerita Bijak, Renungan
Macam-Macam air Serta Tata Cara Menghilangkan Najis
0 komentar Diposting oleh ABgroup [Asikin Business Group] pada 10.09.00
Syaikh Muhammad bin Ibrohim Alu Syaikh rahimahullah ditanya tentang hukum pakaian wanita bagian bawah yang terkena najis?Jawab: Sama hukumnya dengan alas kaki yang terkena najis kemudian mengenai sesuatu yang kering dan sudi, maka sesuatu yang kering dan suci itu akan mensucikan najis itu, ini adalah pendapat yang kuat.1)
Soal: Saya telah berwudlu untuk melakukan sholat, lalu saya membawa seorang bayi, kemudian bayi itu menodai pakaian saya dengan air kencingnya, maka saya mencuci bagian yang terkena air kencing itu lalu saya sholat tanpa mengulangi wudlu. Apakah sholat saya sah?
Jawab: Sholat Anda sah, karena air kencing bayi yang mengenai Anda tidak membatalkan wudlu, akan tetapi Anda wajib mencuci noda yang mengenai Anda.2)
Soal: Ketika seorang wanita melahirkan bayi laki-laki ataupun perempuan, selama dalam asuhannya bayi itu selalu bersamanya dan tidak pernah berpisah, sehingga terkadang pakaiannya terkena air kencing sang bayi. Apakah yang harus ia lakukan pada saat itu, dan apakah ada perbedaan hukum pada air kencing bayi laki-laki dengan bayi perempuan dari sejak kelahiran hingga berumur dua tahun atau lebih? Inti pertanyaan ini adalah tentang bersuci dan sholat serta tentang kerepotan untuk mengganti pakaian setiap waktu.
Jawab: Cukup memercikkan air pada pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki jika ia belum mengkonsumsi makanan, jika bayi laki-laki itu telah mengkonsumsi makanan, maka pakaian yang terkena air kencing itu harus dicuci, sedangkan jika bayi itu perempuan, maka pakaian yang terkena air kencingnya harus dicuci baik ia sudah mengkonsumsi makanan ataupun belum. Ketetapan ini bersumber dari hadits yang dikeluarkan oleh Bukhori, Muslim, Abu Daud dan selainnya, sedangkan lafadznya adalah dari Abu Daud. Abu Daud telah mengeluarkan hadits ini dalam sunan-nya dengan sanadnya dari Ummu Qubais bintu Muhshan:”Bahwa ia bersama bayi laki-lakinya yang belum mengkonsumsi makanan datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendudukkan bayi itu di dalam pakuannya, lalu bayi itu kencing pada pakaian beliau, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meminta diambilkan air lalu memerciki pakaian itu denga air tanpa mencucinya”. Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibn Majah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
يَغْسِلُ مِنْ بَوْلِ الجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الغُلاَمِ
“Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan dengan air”.
Dan dalam riwayat lain menurut Abu Daud berbunyi:
يَغْسِلُ مِنْ بَوْلِ الجَارِيَةِ وَيُنْضَحُ مِنْ بَوْلِ الغُلاَمِ مَا لَمْ يَطْعَمُ
“Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki maka diperciki dengan air jika ia belum mengkonsumsi makanan”.3)
Soal: Jika pakaian seorang dokter berlumuran air ketuban atau darah (lahiran), maka apakah diperbolehkan melakukan sholat dengan pakaian tersebut karena kesulitan mengganti pakaian di setiap waktu sholat sebagai konsekwensi pekerjaan itu?
Jawab: Hendaknya ia menyediakan pakaian suci yang khusus ia gunakan untuk sholat sebagai pengganti pakaian yang terkena najis, dan hal itu bukanlah hal yang menyulitkan baginya.4)
Syaikh Muhammad bin Ibrohim Alu Syaikh rahimahullah ditanya tentang hukum air sisa (mandi, pent) yang telah dipergunakan oleh wanita?
Jawab: Sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam (artinya):”Hadats seorang laki-laki tidak dapat dihapuskan dengan air suci sedikit yang telah dipakai wanita untuk mensucikan diri secara sempurna dari hadats”.
Maka menggunakan air ini adalah tidak sempurna, tetapi sebagian besar ulama menyatakan bahwa air yang telah dipergunakan wanita dapat menghilangkan hadats pada tubuh pria berdasarkan hadits dari Maimunah yang berbunyi (artinya):
“Bahwa beliau (shalallahu ‘alaihi wa sallam) berwudlu dengan menggunakan air sisa yang telah ia (Maimunah) pergunakan untuk bersuci”.
Dan untuk memadukan kedua hadits yang saling bertentangan ini, maka larangan yang terdapat pada hadits yang pertama yaitu larangan yang bersifat untuk dijauhi dan bukan berarti diharamkan.5)
Soal: Bagaimanakah yang benar tentang bersucinya seorang pria dengan air sisa yang telah dipakai wanita?
Jawab: Perbedaan pendapat dalam masalah ini cukup dikenal, adapun pendapat sebagian besar ulama dan satu diantara dua riwayat Imam Ahmad: Bahwa tidak dilarang bagi seorang pria untuk bersuci dengan menggunakan air sisa bersuci wanita, apakah itu air sisa dia mandi sendiri ataupun bukan, baik untuk mensucikan hadats besar maupun hadats kecil, ini adalah pendapat yang benar dan sesuai dengan hadits tentang mandinya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan menggunakan sisa air yang telah dipergunakan oleh Maimunah, hadits ini adalah yang lebih shahih dari hadits yang melarang seorang pria untuk mandi dengan air sisa yang telah dipergunakan wanita untuk bersuci. Sebagain ahli ilmu menganggap bahwa hadits terakhir ini adalah tidak benar dan bukanlah hadits shahih, jadi hadits seperti yang terakhir ini tidak dapat dijadikan hujjah untuk membantah adanya dalil syar’I yang bersifat umum yang memerintahkan bersuci dengan air apa saja tanpa pengecualian, maka setiap air yang belum berubah bentuknya karena terkena najis maka air itu termasuk yang umum, dan juga Allah Azza wa Jalla telah berfirman:
فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا
“lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih)”(QS. Al-Maidah: 6).
Ayat ini menjelaskan bahwa tidak boleh bertayamum kecuali jika tidak ada air, dan air sisa dari air yang telah dipergunakan wanita adalah termasuk dalam kategori air, ini adalah suatu hal yang tidak diragukan lagi. Dan Allah Sang pembuat syari’at tidak akan melarang sesuatu tanpa alasan yang jelas (pasti), dan air yang dipergunakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Maimunah ini adalah air yang digambarkan dalam sabda beliau lainnya, yaitu:
إِنَّ المَاءَ لاَ يَجْنُبُ
“Sesungguhnya air itu tidak junub (dikotori suatu apapun)”.
Seandainya seorang pria dilarang untuk bersuci dengan air sisa yang telah dipergunakan oleh wanita, sementara airnya itu banyak disamping adanya kesulitan (untuk memperoleh air lainnya) karena kondisi umumnya demikian, jika larangan itu memang benar pasti larangan itu akan disampaikan dalam nash-nash shahih yang menerangkan masalah ini. Dengan demikian menjadi jelas bahwa pendapat yang benar adalah pendapat yang membolehkan pria bersuci dengan air sisa yang telah dipergunakan wanita. Sedangkan riwayat Imam Ahmad lainnya yaitu pendapat yang sangat dikenal oleh ulama muta’akhirin (sekarang, pent) yang melarang seorang pria untuk bersuci dengan air sisa yang telah dipakai wanita untuk mensucikan hadats, hadits yang mereka mereka pergunakan untuk berdalil adalah hadits yang tidak sah untuk dijadikan dalil dalam masalah ini karena lemahnya hadits ini dan juga bertentangan dengan beberapa dalil-dalil lainnya, demikian juga pengkhususan yang mereka lakukan pada hadats besar saja tidak memiliki dalil yang menunjukkan hal itu.6)
Catatan Kaki:
1) Fatawa wa Rosail Syaikh Muhammad Ibrohim Alu Syaikh 2/92.
2) Fatawa Lajnah Ad-Daimah, 5/286.
3) Idem, 5/368.
4) Idem, 5/384.
5) Fatawa wa Rosail Syaikh Muhammad Ibrohim Alu Syaikh, 2/28.
6) Majmu’ Al-Kamilah Li Mu’alafat, Syaikh Ibn Sa’di 7/88.
Oleh: Abu Muhammad Abdurrahman bin Sarijan
Label: Fiqih dan Syariah
Oleh : Bahron Anshori [Republika, Rabu 18 Juli 2007]
Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depanmata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorangistri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakanpenampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengandemikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya. Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memilikiistri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalahperhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HRMuslim dan Ibnu Majah).Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami biladilihat. Rasulullah bersabda, ''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudahtakwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagidirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakanbila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diridan suaminya, ketika suaminya pergi.'' (HR Ibnu Majah).Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagiseorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamulihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjagakehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenanganberpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antaratanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu darijenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya.Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan)Allah bagi kaum yang berpikir.''(QS Ar Rum [30]: 21).
Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisamembantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda,''Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberipertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwakepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita,para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi 'yang terbaik', sementarakita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imamideal bagi keluarga kita masing-masing.
Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecualiorang - orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapikesabaran. ( Al Qur'an, Surah Al 'Ashr )
"Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; pergunakan masa luangmusebelum datang masa sibukmu; pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktusakitmu; pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu;pergunakan hidupmu sebelum datang matimu." ( Rosulullah Muhammad SAW )
ABgroup Corporate
http://www.asikinbusiness.blogspot.com/ http://www.mypulsa-abgroup.blogspot.com/ http://www.kaligrafikuningan.blogspot.com/http://www.jilbab-abgroup.blogspot.com/ http://www.1st-abgroup.blogspot.com/ http://www.nida-collection.blogspot.com/
Label: Cerita Bijak, Kajian Islam