''Setiap penyakit pasti ada obatnya.'' Sabda Rasulullah SAW yang begitu populer di kalangan umat Islam itu tampaknya telah memicu para ilmuwan dan sarjana di era kekhalifahan untuk berlomba meracik dan menciptakan beragam obat-obatan. Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam bidang kedokteran dan kesehatan di masa keemasan tak lepas dari keberhasilan di bidang farmakologi dan farmasi.Di masa itu para dokter dan ahli kimia Muslim sudah berhasil melakukan penelitian ilmiah mengenai komposisi, dosis, penggunaan, dan efek dari obat-obat sederhana serta campuran. Menurut Howard R Turner dalam bukunya Science in Medievel Islam, umat Islam mulai menguasai farmakologi dan farmasi setelah melakukan gerakan penerjemahan secara besar-besaran di era Kekhalifahan Abbasiyah.Salah satu karya penting yang diterjemahkan adalah De Materia Medica karya Dioscorides. Selain itu para sarjana dan ilmuwan Muslim juga melakukan transfer pengetahuan tentang obat-obatan dari berbagai naskah yang berasal dari Suriah, Persia, India, serta Timur Jauh.Karya-karya terdahulu itu telah membuat para ilmuwan Islam terinspirasi untuk melahirkan berbagai inovasi dalam bidang farmakologi. ''Kaum Muslimin telah menyumbang banyak hal dalam bidang farmasi dan pengaruhnya sangat luar biasa terhadap Barat,'' papar Turner.Betapa tidak, para sarjana Muslim di zaman kejayaan telah memperkenalkan adas manis, kayu manis, cengkeh, kamper, sulfur, serta merkuri sebagai unsur atau bahan racikan obat-obatan. Menurut Turner umat Islam-lah yang mendirikan warung pengobatan pertama. Para ahli farmakologi Islam juga termasuk yang pertama dalam mengembangkan dan menyempurnakan pembuatan sirup dan julep.Pada awalnya, farmasi dan farmakologi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu kedokteran. Dunia farmasi profesional secara resmi terpisah dari ilmu kedokteran di era kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah. Terpisahnya farmasi dari kedokteran pada abad ke-8 M, membuat farmakolog menjadi profesi yang independen dan farmakologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.Dalam praktiknya, farmakologi danfarmasi melibatkan banyak praktisi seperti herbalis, kolektor, penjual tumbuhan, rempah-rempah untuk obat-obatan, penjual dan pembuat sirup, kosmetik, air aromatik, serta apoteker yang berpengalaman. Merekalah yang kemudian turut mengembangkan farmasi di era kejayaan Islam.Setelah dinyatakan terpisah dari ilmu kedokteran, beragam penelitian dan pengembangan dalam bidang farmasi atau saydanah (bahasa Arab) kian gencar dilakukan. Pada abad itu, para sarjana dan ilmuwan Muslim secara khusus memberi perhatian untuk melakukan investigasi atau pencarian terhadap beragam produk alam yang bisa digunakan sebagai obat-obatan di seluruh pelosok dunia Islam.Di zaman itu, toko-toko obat bermunculan bak jamur di musim hujan. Toko obat yang banyak jumlahnya tak cuma hadir di kota Baghdad - kota metropolis dunia di era kejayaan Abbasiyah - namun juga di kota-kota Islam lainnya. Para ahli farmasi ketika itu sudah mulai mendirikan apotek sendiri. Mereka menggunakan keahlian yang dimilikinya untuk meracik, menyimpan, serta menjaga aneka obat-obatan.Pemerintah Muslim pun turun mendukung pembangunan di bidang farmasi. Rumah sakit milik pemerintah yang ketika itu memberikan perawatan kesehatan secara cuma-cuma bagi rakyatnya juga mendirikan laboratorium untuk meracik dan memproduksi aneka obat-obatan dalam skala besar.Keamanan obat-obatan yang dijual di apotek swasta dan pemerintah diawasi secara ketat. Secara periodik, pemerintah melalui pejabat dari Al-Muhtasib - semacam badan pengawas obat-obatan - mengawasi dan memeriksa seluruh toko obat dan apotek. Para pengawas dari Al-Muhtasib secara teliti mengukur akurasi berat dan ukuran kemurnian dari obat yang digunakan.Pengawasan yang amat ketat itu dilakukan untuk mencegah penggunaan bahan-bahan yang berbahaya dalam obat dan sirup. Semua itu dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat-obatan yang tak sesuai dengan aturan. Pengawasan obat-obatan yang dilakukan secara ketat dan teliti yang telah diterapkan di era kekhalifahan Islam mestinya menjadi contoh bagi negara-negara Muslim, khususnya Indonesia.Seperti halnya di bidang kedokteran, dunia farmasi profesional Islam telah lebih unggul lebih dulu dibandingkan Barat. Ilmu farmasi baru berkembang di Eropa mulai abad ke-12 M atau empat abad setelah Islam menguasainya. Karena itulah, Barat banyak meniru dan mengadopsi ilmu farmasi yang berkembang terlebih dahulu di dunia Islam.Umat Islam mendominasi bidang farmasi hingga abad ke-17 M. Setelah era keemasan perlahan memudar, ilmu meracik dan membuat obat-obatan kemudian dikuasai oleh Barat. Negara-negara Eropa yang menguasai farmasi dari aneka risalah Arab dan Persia tentang obat dan senyawa obat yang ditulis para sarjana dan ilmuwan Islam. Tak heran, bila kini industri farmasi dunia berada dalam genggaman Barat.Pengaruh kaum Muslimin dalam bidang farmasi di dunia Barat begitu besar. "Hal itu tecermin dalam kembalinya minat terhadap pengobatan natural yang begitu populer dalan pendidikan kesehatan saat ini," papar Turner. Mungkinkah umat Islam kembali menguasai dan mendominasi bidang farmasi seperti di era keemasan? Kontribusi Ilmuwan Islam di Bidang Farmakologi* Ibnu Al-BaitarLewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam farmakologi dan farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang ditemukannya pada abad ke-13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ditemukan ratusan ilmuwan sebelumnya. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi Al-Tibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.* Abu Ar-Rayhan Al-Biruni (973 M - 1051 M)Al-Biruni mengenyam pendidikan di Khwarizm. Beragam ilmu pengetahuan dikuasainya seperti astronomi, matematika, filsafat dan ilmu alam. Ia memulai melakukan eksperimen ilmiah sejak remaja. Ilmuwan Muslim yang hidup di zaman keemasan Dinasti Samaniyaah dan Ghaznawiyyah itu turut memberi kontribusi yang sangat penting dalam farmakologi dan farmasi. Melalui kitab As-Sydanah fit-Tibb, Al-Biruni mengupas secara lugas dan jelas mengenai seluk-beluk ilmu farmasi. Kitab penting bagi perkembangan farmakologi dan farmasi itu diselesaikannya pada tahun 1050 M - setahun sebelum Al-Biruni tutup usia. Dalam kitab itu, Al-Biruni tak hanya mengupas dasar-dasar farmasi, namun juga meneguhkan peran farmasi serta tugas dan fungsi yang diemban seorang farmakolog.* Abu Ja'far Al-Ghafiqi (wafat 1165 M)Ilmuwan Muslim yang satu ini juga turut memberi kontribusi dalam pengembangan farmakologi dan farmasi. Sumbangan Al-Ghafiqi untuk memajukan ilmu tentang komposisi, dosis, meracik dan menyimpan obat-obatan dituliskannya dalam kitab Al-Jami' Al-Adwiyyah Al-Mufradah. Risalah itu memaparkan tentang pendekatan dalam metodelogi, eksperimen, serta observasi dalam farmakologi dan farmasi.* Al-RaziSarjana Muslim yang dikenal di Barat dengan nama Razes itu juga ikut andil dalam membesarkan bidang farmakologi dan farmasi. Ilmuwan Muslim serba bisa itu telah memperkenalkan penggunaaan bahan kimia dalam pembuatan obat-obatan.* Sabur Ibnu Sahl (wafat 869 M)Ibnu Sahal adalah dokter pertama yang mempelopori pharmacopoeia. Kontribusinya dalam bidang farmakologi dan farmasi juga terbilang mata besar. Dia menjelaskan beragam jenis obat-obatan. Sumbangannya untuk pengembangan farmakologi dan farmasi dituangkannya dalam kitab Al-Aqrabadhin. * Ibnu SinaDalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmakologi dan farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang dari 700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya. Ibnu Sina menguraikan tentang obat-obatan yang sederhana.* Al-ZahrawiBapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmakologi serta farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan distilasi.* Yuhanna Ibnu Masawayh (777 M - 857 M)Orang Barat menyebutnya Mesue. Ibnu Masawayh merupakan anak seorang apoteker. Kontribusinya juga terbilang penting dalam pengembangan farmasi dan farmakologi. Dalam kitab yang ditulisnya, Ibnu Masawayh membuat daftar sekitar 30 macam aromatik.Salah satu karya Ibnu Masawayh yang terkenal adalah kitab Al-Mushajjar Al-Kabir. Kitab ini merupakan semacam ensiklopedia yang berisi daftar penyakit berikut pengobatannya melalui obat-obatan serta diet.* Abu Hasan 'Ali bin Sahl Rabban at- TabariAt-Tabari lahir pada tahun 808 M. Pada usia 30 tahun, dia dipanggil oleh Khalifah Al-Mu'tasim ke Samarra untuk menjadi dokter istana. Salah satu sumbangan At-Tabari dalam bidang farmakologi adalah dengan menulis sejumlah kitab. Salah satunya yang terkenal adalah Paradise of Wisdom. Dalam kitab ini dibahas mengenai pengobatan menggunakan binatang dan organ-organ burung. Dia juga memperkenalkan sejumlah obat serta cara pembuatannya. ( heri ruslan, REPUBLIKA )KATEGORI
- Akhlak dan Teladan (4)
- Al-Quran - Hadits (6)
- Cerita Bijak (30)
- Cerpen Islami (3)
- Fiqih dan Syariah (6)
- Hidayah (6)
- Hikmah (7)
- Ibu dan Anak (9)
- Ilmu Pengetahuan (5)
- Kajian Islam (66)
- Kebesaran Allah (8)
- Kehidupan Akhirat (3)
- Mengingat Kematian (7)
- Mensucikan Hati (3)
- Motivator (9)
- Mutiara Kisah (13)
- Nasihat (3)
- News and Entertainment (6)
- Perbaikan Diri (2)
- Pernikahan (2)
- Pintu Rizki (2)
- Renungan (35)
- Sejarah Islam (1)
- Sentuhan Qolbu (15)
- Wanita (15)
MARI BERBISNIS
2. Bagi yang ingin jadi distributor di daerah untuk produk-produk Baju Muslim, Kaos, Mukena, Jilbab(@Rp8500), Koko, Baju Anak, Jilbab Super Grosir dll dengan harga kompetitif Klik Disini
3. Bagi yang ingin jadi Dealer Pulsa elektrik dengan teknologi Host to host dan via YM Klik Disini
4. Bagi yang ingin berbisnis Selimut Jepang dengan bahan anti Jamur dan anti Alergi serta sangat lembut Klik Disini
5. Bagi yang ingin Mencoba Resep-resep Masakan Klik Disini
6. Bagi yang ingin jadi Master Dealer, Dealer, SubDealer dan Agen di daerah untuk produk-produk POETI Baju Muslim anak-anak s/d dewasa dengan harga kompetitif Disc.30% Klik Disini
7. Bagi yang ingin berbisnis di daerah untuk produk-produk Blouse, Baju Muslimah, Celana Jeans & Katun, Jaket dll dengan harga Grosir Klik Disini
Mitra Bisnis
Klik beberapa bidang bisnis kami.......
Labels
- Kajian Islam (66)
- Renungan (35)
- Cerita Bijak (30)
- Sentuhan Qolbu (15)
- Wanita (15)
- Mutiara Kisah (13)
- Ibu dan Anak (9)
- Motivator (9)
- Kebesaran Allah (8)
- Hikmah (7)
- Mengingat Kematian (7)
- Al-Quran - Hadits (6)
- Fiqih dan Syariah (6)
- Hidayah (6)
- News and Entertainment (6)
- Ilmu Pengetahuan (5)
- Akhlak dan Teladan (4)
- Cerpen Islami (3)
- Kehidupan Akhirat (3)
- Mensucikan Hati (3)
- Nasihat (3)
- Perbaikan Diri (2)
- Pernikahan (2)
- Pintu Rizki (2)
- Sejarah Islam (1)
Arsip Blog
-
▼
2008
(132)
-
►
Maret
(55)
- Bidadari Syurga, Ainul Mardiyah
- Ketika Seorang Manusia Bertanya Pada Al-Qur’an
- Allah Ridho Meski Orang Membenciku
- Pertanyaan-pertanyaan Penyempurna Iman
- Doa Manis Seorang UWAIS AL-QARNI
- Hikayat Orang-orang Yang Dicabut Nyawanya (3)
- Kematian yang Indah
- Berawal Benci, Berakhir Rindu
- Sandal Jepit Isteriku
- Penelitian Ilmiah Tentang Puasa
- Macam - Macam Tasyabbuh Dalam AL-QUR’AN
- Yang Jauh Dinanti Yang Datang Ditepis
- Latar Belakang Pentingnya Bersuci
- Menyikapi Perang Saudara
- Ijinkan Aku Menggelar Sajadah Bersamanya
- Membangun Akhlakul Karimah
- Mengajarkan Rukun Iman pada Anak
- Menegur Perilaku Menghargai Pelaku
- Bukan Permata Biasa
- Belajar Dari Wajah
- Dibalik Gigitan si Kecil
- Pertemuan Hati
- Cemburu
- Memperdengarkan Al-Quran Dapat Meningkatkan IQ Bal...
- Definisi Hadits
- Hikayat Orang-orang Yang Dicabut Nyawanya (2)
- Menangisi Kematian Dalam Tinjauan Islam
- Kedudukan Perempuan dalam Islam
- 19 Keistimewaan Wanita
- Hikayat Orang-orang Yang Dicabut Nyawanya (1)
- Berghibah (bergosip) Seperti Memakan Bangkai Sauda...
-
►
Maret
(55)
Label
- Akhlak dan Teladan (4)
- Al-Quran - Hadits (6)
- Cerita Bijak (30)
- Cerpen Islami (3)
- Fiqih dan Syariah (6)
- Hidayah (6)
- Hikmah (7)
- Ibu dan Anak (9)
- Ilmu Pengetahuan (5)
- Kajian Islam (66)
- Kebesaran Allah (8)
- Kehidupan Akhirat (3)
- Mengingat Kematian (7)
- Mensucikan Hati (3)
- Motivator (9)
- Mutiara Kisah (13)
- Nasihat (3)
- News and Entertainment (6)
- Perbaikan Diri (2)
- Pernikahan (2)
- Pintu Rizki (2)
- Renungan (35)
- Sejarah Islam (1)
- Sentuhan Qolbu (15)
- Wanita (15)
''Setiap penyakit pasti ada obatnya.'' Sabda Rasulullah SAW yang begitu populer di kalangan umat Islam itu tampaknya telah memicu para ilmuwan dan sarjana di era kekhalifahan untuk berlomba meracik dan menciptakan beragam obat-obatan. Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam bidang kedokteran dan kesehatan di masa keemasan tak lepas dari keberhasilan di bidang farmakologi dan farmasi.Di masa itu para dokter dan ahli kimia Muslim sudah berhasil melakukan penelitian ilmiah mengenai komposisi, dosis, penggunaan, dan efek dari obat-obat sederhana serta campuran. Menurut Howard R Turner dalam bukunya Science in Medievel Islam, umat Islam mulai menguasai farmakologi dan farmasi setelah melakukan gerakan penerjemahan secara besar-besaran di era Kekhalifahan Abbasiyah.Salah satu karya penting yang diterjemahkan adalah De Materia Medica karya Dioscorides. Selain itu para sarjana dan ilmuwan Muslim juga melakukan transfer pengetahuan tentang obat-obatan dari berbagai naskah yang berasal dari Suriah, Persia, India, serta Timur Jauh.Karya-karya terdahulu itu telah membuat para ilmuwan Islam terinspirasi untuk melahirkan berbagai inovasi dalam bidang farmakologi. ''Kaum Muslimin telah menyumbang banyak hal dalam bidang farmasi dan pengaruhnya sangat luar biasa terhadap Barat,'' papar Turner.Betapa tidak, para sarjana Muslim di zaman kejayaan telah memperkenalkan adas manis, kayu manis, cengkeh, kamper, sulfur, serta merkuri sebagai unsur atau bahan racikan obat-obatan. Menurut Turner umat Islam-lah yang mendirikan warung pengobatan pertama. Para ahli farmakologi Islam juga termasuk yang pertama dalam mengembangkan dan menyempurnakan pembuatan sirup dan julep.Pada awalnya, farmasi dan farmakologi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu kedokteran. Dunia farmasi profesional secara resmi terpisah dari ilmu kedokteran di era kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah. Terpisahnya farmasi dari kedokteran pada abad ke-8 M, membuat farmakolog menjadi profesi yang independen dan farmakologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.Dalam praktiknya, farmakologi danfarmasi melibatkan banyak praktisi seperti herbalis, kolektor, penjual tumbuhan, rempah-rempah untuk obat-obatan, penjual dan pembuat sirup, kosmetik, air aromatik, serta apoteker yang berpengalaman. Merekalah yang kemudian turut mengembangkan farmasi di era kejayaan Islam.Setelah dinyatakan terpisah dari ilmu kedokteran, beragam penelitian dan pengembangan dalam bidang farmasi atau saydanah (bahasa Arab) kian gencar dilakukan. Pada abad itu, para sarjana dan ilmuwan Muslim secara khusus memberi perhatian untuk melakukan investigasi atau pencarian terhadap beragam produk alam yang bisa digunakan sebagai obat-obatan di seluruh pelosok dunia Islam.Di zaman itu, toko-toko obat bermunculan bak jamur di musim hujan. Toko obat yang banyak jumlahnya tak cuma hadir di kota Baghdad - kota metropolis dunia di era kejayaan Abbasiyah - namun juga di kota-kota Islam lainnya. Para ahli farmasi ketika itu sudah mulai mendirikan apotek sendiri. Mereka menggunakan keahlian yang dimilikinya untuk meracik, menyimpan, serta menjaga aneka obat-obatan.Pemerintah Muslim pun turun mendukung pembangunan di bidang farmasi. Rumah sakit milik pemerintah yang ketika itu memberikan perawatan kesehatan secara cuma-cuma bagi rakyatnya juga mendirikan laboratorium untuk meracik dan memproduksi aneka obat-obatan dalam skala besar.Keamanan obat-obatan yang dijual di apotek swasta dan pemerintah diawasi secara ketat. Secara periodik, pemerintah melalui pejabat dari Al-Muhtasib - semacam badan pengawas obat-obatan - mengawasi dan memeriksa seluruh toko obat dan apotek. Para pengawas dari Al-Muhtasib secara teliti mengukur akurasi berat dan ukuran kemurnian dari obat yang digunakan.Pengawasan yang amat ketat itu dilakukan untuk mencegah penggunaan bahan-bahan yang berbahaya dalam obat dan sirup. Semua itu dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat-obatan yang tak sesuai dengan aturan. Pengawasan obat-obatan yang dilakukan secara ketat dan teliti yang telah diterapkan di era kekhalifahan Islam mestinya menjadi contoh bagi negara-negara Muslim, khususnya Indonesia.Seperti halnya di bidang kedokteran, dunia farmasi profesional Islam telah lebih unggul lebih dulu dibandingkan Barat. Ilmu farmasi baru berkembang di Eropa mulai abad ke-12 M atau empat abad setelah Islam menguasainya. Karena itulah, Barat banyak meniru dan mengadopsi ilmu farmasi yang berkembang terlebih dahulu di dunia Islam.Umat Islam mendominasi bidang farmasi hingga abad ke-17 M. Setelah era keemasan perlahan memudar, ilmu meracik dan membuat obat-obatan kemudian dikuasai oleh Barat. Negara-negara Eropa yang menguasai farmasi dari aneka risalah Arab dan Persia tentang obat dan senyawa obat yang ditulis para sarjana dan ilmuwan Islam. Tak heran, bila kini industri farmasi dunia berada dalam genggaman Barat.Pengaruh kaum Muslimin dalam bidang farmasi di dunia Barat begitu besar. "Hal itu tecermin dalam kembalinya minat terhadap pengobatan natural yang begitu populer dalan pendidikan kesehatan saat ini," papar Turner. Mungkinkah umat Islam kembali menguasai dan mendominasi bidang farmasi seperti di era keemasan? Kontribusi Ilmuwan Islam di Bidang Farmakologi* Ibnu Al-BaitarLewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam farmakologi dan farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang ditemukannya pada abad ke-13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ditemukan ratusan ilmuwan sebelumnya. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi Al-Tibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.* Abu Ar-Rayhan Al-Biruni (973 M - 1051 M)Al-Biruni mengenyam pendidikan di Khwarizm. Beragam ilmu pengetahuan dikuasainya seperti astronomi, matematika, filsafat dan ilmu alam. Ia memulai melakukan eksperimen ilmiah sejak remaja. Ilmuwan Muslim yang hidup di zaman keemasan Dinasti Samaniyaah dan Ghaznawiyyah itu turut memberi kontribusi yang sangat penting dalam farmakologi dan farmasi. Melalui kitab As-Sydanah fit-Tibb, Al-Biruni mengupas secara lugas dan jelas mengenai seluk-beluk ilmu farmasi. Kitab penting bagi perkembangan farmakologi dan farmasi itu diselesaikannya pada tahun 1050 M - setahun sebelum Al-Biruni tutup usia. Dalam kitab itu, Al-Biruni tak hanya mengupas dasar-dasar farmasi, namun juga meneguhkan peran farmasi serta tugas dan fungsi yang diemban seorang farmakolog.* Abu Ja'far Al-Ghafiqi (wafat 1165 M)Ilmuwan Muslim yang satu ini juga turut memberi kontribusi dalam pengembangan farmakologi dan farmasi. Sumbangan Al-Ghafiqi untuk memajukan ilmu tentang komposisi, dosis, meracik dan menyimpan obat-obatan dituliskannya dalam kitab Al-Jami' Al-Adwiyyah Al-Mufradah. Risalah itu memaparkan tentang pendekatan dalam metodelogi, eksperimen, serta observasi dalam farmakologi dan farmasi.* Al-RaziSarjana Muslim yang dikenal di Barat dengan nama Razes itu juga ikut andil dalam membesarkan bidang farmakologi dan farmasi. Ilmuwan Muslim serba bisa itu telah memperkenalkan penggunaaan bahan kimia dalam pembuatan obat-obatan.* Sabur Ibnu Sahl (wafat 869 M)Ibnu Sahal adalah dokter pertama yang mempelopori pharmacopoeia. Kontribusinya dalam bidang farmakologi dan farmasi juga terbilang mata besar. Dia menjelaskan beragam jenis obat-obatan. Sumbangannya untuk pengembangan farmakologi dan farmasi dituangkannya dalam kitab Al-Aqrabadhin. * Ibnu SinaDalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmakologi dan farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang dari 700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya. Ibnu Sina menguraikan tentang obat-obatan yang sederhana.* Al-ZahrawiBapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmakologi serta farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan distilasi.* Yuhanna Ibnu Masawayh (777 M - 857 M)Orang Barat menyebutnya Mesue. Ibnu Masawayh merupakan anak seorang apoteker. Kontribusinya juga terbilang penting dalam pengembangan farmasi dan farmakologi. Dalam kitab yang ditulisnya, Ibnu Masawayh membuat daftar sekitar 30 macam aromatik.Salah satu karya Ibnu Masawayh yang terkenal adalah kitab Al-Mushajjar Al-Kabir. Kitab ini merupakan semacam ensiklopedia yang berisi daftar penyakit berikut pengobatannya melalui obat-obatan serta diet.* Abu Hasan 'Ali bin Sahl Rabban at- TabariAt-Tabari lahir pada tahun 808 M. Pada usia 30 tahun, dia dipanggil oleh Khalifah Al-Mu'tasim ke Samarra untuk menjadi dokter istana. Salah satu sumbangan At-Tabari dalam bidang farmakologi adalah dengan menulis sejumlah kitab. Salah satunya yang terkenal adalah Paradise of Wisdom. Dalam kitab ini dibahas mengenai pengobatan menggunakan binatang dan organ-organ burung. Dia juga memperkenalkan sejumlah obat serta cara pembuatannya. ( heri ruslan, REPUBLIKA )Label: Ilmu Pengetahuan
Business Partners
ABgroup Blog Community:
::ABgroup::
• ABGroup Blog Community
• Kaligrafi Kuningan
• Dist.Pulsa Pusat
• Dist.Selimut Jepang-Sajadah
• Dist.Jilbab Cantik
• Aksesoris
• Busana Muslim [Batik, Mukena, Koko dll]
Direktori Media Sumatera-Sumatra Directory
• Waspada Medan
•Bangka Pos
• Harian SIB Medan
• Riau Pos
• Padang Ekspres
• Berita Sore Medan
• Harian Serambi Aceh
• Sriwijaya Pos Palembang
• Harian Analisa Medan
DAFTAR MEDIA INDONESIA-INDONESIAN MEDIA DIRECTORY
IN ENGLISH
• The
Jakarta Post
• Tempo
Interactive
• Indonesian
Observer
• Gus Dur net:Abdurrahman
Wahid Official Site
• Inside
Indonesia
• Center for
International Forestry Research
• Bali
Travel News
IN BAHASA INDONESIA
MEDIA IBUKOTA INDONESIA
:: KORAN-HARIAN ::
• Harian
Republika
• Media
Indonesia
• Indo
Pos
• Koran
Tempo
• Harian
Pelita
• Kompas Edisi Cetak
• Sinar
Harapan
• Suara
Pembaruan
• Suara
Karya
• Sinar
Pagi
• Tempo
Interaktif
• Bisnis
Indonesia
• Kompas Cyber
Media
• Pos
Kota
• Kontan
Online
• Jakarta
News
• Detik
:: MAJALAH ::
• Majalah
Gatra
• Tajuk
• Tempo
online
• Forum
Keadilan
• Antara
• Oposisi
• Review Indonesia
• Indonesia
Business
• news
indonesia
• Indonesian Society
• Angkasa
Magazine Online
• Hankam
ABRI
• TVRI
Text
• Indosiar
• SCTV
• RCTI
• LPSIOnline
• Warta
Konsumen
• MKI
Online
• Properti
• Info
Bank
• Info Bisnis
• TIRAS
• TIARA
• Swa
Online
• EKSEKUTIF
• Chip Online
• Info
Komputer Online
• INFO
Linux
• Intisari
• News
Music
• Mega
Games
• Hotgame
- PC games & Playstation.
• Tabloid Motorplus
• Bulletin
keluarga
• Tabloid
Nakita
• AyuNet
• Majalah
Hanya Wanita Online
• Bintang
Indonesia
• Majalah
Popular
• Tabloid
Nova
• Majalah Hai
• Majalah
Gadis
• Warta
Ekonomi
• WartaJazz.com
• Sedap
Sekejap
• Kawanku
Online
• Tabloid
Bola
MEDIA DAERAH
:: JAWA ::
• Jawa
Pos
• Solo
Pos
• Koran
Pagi Yogyakarta
• Harian
Bernas
• Pikiran
Rakyat Bandung
• Kedaulatan Rakyat
Yogyakarta
• Suara
Merdeka
• Duta
Masyarakat
• Harian Surya
:: SUMATERA ::
• Waspada
Medan
• Bangka
Pos
• Harian SIB
medan
• Riau
Pos
• Padang
Ekspres
• Berita Sore
Medan
• Harian
Serambi Aceh
• Sriwijaya Pos
Palembang
:: BALI ::
• Bali
Post
• Sarad
Bali
:: KALIMANTAN ::
• Banjarmasin Post
• Kaltim
Post
• Metro Banjar
:: SULAWESI ::
• harian
komentar manado
• Timika Pos
• Harian Fajar
Sulawesi
• Timika Pos
• Pos
Kupang
• Harian
Karebosi Makassar
DAFTAR SITUS MEDIA ISLAM INDONESIA
• Sabili
• Suara Muhammadiyah
• Hidayatullah.com
• Islam
Liberal
• Era
Muslim
• Pesantren
Virtual
• Ummi Group
Online
• Gus Dur Net
• NU - Nahdlatul Ulama
• Pesantren
Online
• wahid
institute
• Islam
emansipatoris
• Panji
Masyarakat
• Majalah
Amanah
• UMMAT
Subscribe to Asikin Business Group
Bookmarks






![ABgroup [Asikin Business Group]](http://feeds.feedburner.com/AsikinBusinessGroup.1.gif)











































1 komentar:
terima kasih kunjungan nya di blog saya... blog mas ali asikin juga luar biasa.. sangat mencerahkan.. sepertinya saya harus belajar banyak ke pada mas ali
Poskan Komentar